Frenzee telah menjadi Salah Satu Agen Judi Bola affiliasi dengan Bandar Bola dan Situs Judi Online Terpercaya di Indonesia
Home > Uncategorized > Pemain Muda Bournemouth Ini Mirip Ruud Gullit AC Milan

Pemain Muda Bournemouth Ini Mirip Ruud Gullit AC Milan

Bournemouth – Masih ingat Ruud Gullit, pemain legendaris AC Milan? Kini ada reinkarnasi pemain yang membawa Milan dua kali meraih gelar juara Liga Champions itu, namanya Nathan Ake.

Seperti Gullit, postur tubuh Ake juga tinggi, atletis, dan berambut gimbal, juga sama-sama asal Belanda. Wajah keduanya juga mirip. Menariknya, Ake mencetak gol dengan kostum hitam bergaris merah, kostum yang sama dikenakan Gullit di masa-masa emasnya sebagai pemain AC Milan.

Pemain U-21 Belanda ini sangat mengesankan terutama sejak dilatih manajer Bournemouth, Eddie Howe. Dia pun semakin terkenal ketika melesakkan bola ke gawang Liverpool dalam pertandingan dramatis Minggu lalu.

Ketika pertama kali dia bergabung sebagai pemain muda di Akademi Sepakbola ADO di Den Haag, penampilan dan gayanya mirip dengan master sepakbola Belanda yang menjadi pemain terbaik Eropa tahun 1987, Gullit.

“Saya membandingkan dia dengan Frank Rijkaard,” kata Michael Krul, pelatih Ake selama tiga tahun di Akademi Sepakbola ADO. “Dia terlihat tenang, tetapi di lapangan dia pemimpin dan liar.”

“Dia sangat spesial, pemain yang sangat berbakat yang pernah saya latih. Dia memiliki kemampuan teknik yang hebat dan mental yang luar biasa. Saya membantu kariernya dan dia akan bisa sukses di klub besar seperti Chelsea. Seorang pelatih harus memberi dia kesempatan karena dia bisa melakukannya.”

Ake punya ambisi menjadi pemain hebat. Karena itu, pada usia 12 tahun dia keluar dari ADO bergabung dengan Feyenoord. Pada usia 15 tahun ake direkrut oleh Chelsea dan bermain di kejuaraan remaja.

“Anda harus menerima kebiasaan ini. Di ADO kami mengambil para pemain dari klub-klub amatiran dan Ajax, PSV, dan Feyenoord kemudian mengambil mereka. Kemudian klub-klub Premier League datang dan membeli mereka,” kata Krul.

Chelsea pernah mengundang Ake dan orang tuanya ke pusat latihan di Cobham. Saat itu Didier Drogba datang menemani mereka ngobrol. Sama seperti Drogba, ayah Ake bernama Moise berasal dari Pantai Gading, sehingga pertemuan mereka menjadi lebih hangat.

Namun proses transfer Ake ke London mendapat reaksi keras dari parlemen Belanda. Mereka mempertanyakan mengirim pemain anak-anak ke luar negeri.

Jeffrey Oost, seorang pelatih di Akademi Feyenoord mengatakan, “Saya tidak ragu dia akan menjadi pemain hebat di klub besar seperti Chelsea. Dia sangat teliti, suka mendengar dan berlatih dengan sangat keras. Mentalnya sudah sempurna. Dia bermain dengan energi penuh dan selalu bermain dengan hatinya.”

Pada Boxing Day 2012, pelatih sementara Chelsea, Rafa Benitez memberi kesempatan kepada Ake bermain di Premier League. Saat itu, ia baru berusia 17 tahun. Dia menjadi pemain pengganti saat melawan Norwich.

Namun, ketika Jose Mourinho datang menjadi pelatih Chelsea, kesempatan Ake bermain sangat terbatas. Ia menolak saat diminta ke Vitesse Arnhem sebagai pemain pinjaman, karena tak mau kembali ke negaranya. Pulang ke Belanda menurutnya sebuah kemunduran.

Pada Maret 2015, dia dipinjamkan lagi ke Reading dan kemudian menuntaskan satu musim di Watford. Di sana dia bermain sebagai bek kiri dan memenangkan penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik. Dia juga mencetak gol melawan Liverpool.

Ake biasa bermain di lini tengah, tetapi dia juga bisa di sisi kiri. Dengan posisi ini, dia tampil sebagai pemain yang luar biasa di Bournemouth, membuat beberapa klub terkagum-kagum, termasuk Chelsea.

Dengan postur tubuh yang tinggi dan penuh energi di usia 21 tahun, Ake menjadi pemain idaman Antonio Conte untuk memperkuat pertahanan Chelsea dengan sistem tiga bek utama.

Direktur Teknis Chelsea, Michael Emenalo mengaku sudah lama tertarik dengan Ake yang masih terikat kontrak hingga 2020. Dengan kontrak tersebut, Bournemouth tidak mungkin bisa mendapatkan dia, karena saat ini statusnya sebagai pemain pinjaman.

Berdasarkan klausul pinjaman, Ake kembali ke Chelsea pada Januari mendatang, tetapi tidak terlalu terburu-buru karena dia masih bermain regular di Bournemouth.

Dan Howe terus merayu Ake bahwa dia akan menjadi seperti Jack Wilshere, Jordon Ibe, dan Benik Afobe jika tetap bertahan di klub yang menjadi tempat terbaik untuk pengembangan karier.

“Kami sebuah klub yang terus berkembang dan kami memiliki kualitas,” kata Ake setelah mengalahkan Liverpool 4-3. “Kami ingin menang terus.”

You may also like
Berlusconi Akan Berjuang Untuk Donnarumma
Raiola : Ada 11 Club Yang Inginkan Donnarumma
Candreva Tidak Senang Dengan Hasil Derby Milano
Suso Masih Terbuka Untuk Pembaharuan Kontrak Di AC Milan

Leave a Reply